Juwitaj’s Blog

30, November 2008

Masalah lalu lintas di lingkungan Babarsari

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — juwitaj @ 12:22 pm

Permasalahan yang timbul di lalu lintas di lingkungan saya yaitu daerah Babarsari adalah terlalu ramainya pengguna kendaraan yang tidak menaati peraturan lalu lintas. Jika pada saat lampu lalu lintas menyala merah (saatnya pengguna jalan menyebrang) seringkali pengguna kendaraan bermotor yang berhenti melebihi batas jalan, sepeda motor sering berhenti tepat diatas garis ‘zebra cros’ sehingga hal ini menganggu pengguna jalan yang akan menyebrang.
1. Jika saya adalah seorang turis maka hal yang akan saya lakukan adalah melaporkan pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna sepeda motor kepada pihak yang berwenang yaitu polisi lalu lintas yang saat itu sedang bertugas di pos polisi terdekat. Atau secara langsung saya akan menegur pengguna kendaraan bermotor tersebut agar memundurkan kendaraannya sampai ke garis putih pembatas jalan.
2. Jika saya adalah orang tua anak yang akan menyebrangi jalan tersebut maka saya akan terus mendampingi anak saya untuk menyebrangi jalan tersebut.

17, November 2008

sifat eksperimentasi rekayasa

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — juwitaj @ 1:06 am

9, November 2008

Eksperimentasi KuW

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag: — juwitaj @ 12:39 am

5, November 2008

Etika Rekayasa

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — juwitaj @ 12:28 pm

Dalam tradisi filsafat istilah “etika” lazim difahami sebagai suatu teori ilmu pengetahuan yang mendiskusikan mengenai apa yang baik dan apa yang buruk berkenaan dengan perilaku manusia. Dengan kata lain, etika merupakan usaha dengan akal budinya untuk menyusun teori mengenai penyelenggaraan hidup yang baik. Persoalan etika muncul ketika moralitas seseorang atau suatu masyarakat mulai ditinjau kembali secara kritis. Moralitas berkenaan dengan tingkah laku yang konkrit, sedangkan etika bekerja dalam level teori. Nilai-nilai etis yang difahami, diyakini, dan berusaha diwujudkan dalam kehidupan nyata kadangkala disebut ethos.
Sebagai cabang pemikiran filsafat, etika bisa dibedakan manjadi dua: obyektivisme dan subyektivisme.
Yang pertama berpandangan bahwa nilai kebaikan suatu tindakan bersifat obyektif, terletak pada substansi tindakan itu sendiri. Faham ini melahirkan apa yang disebut faham rasionalisme dalam etika. Suatu tindakan disebut baik, kata faham ini, bukan karena kita senang melakukannya, atau karena sejalan dengan kehendak masyarakat, melainkan semata keputusan rasionalisme universal yang mendesak kita untuk berbuat begitu. Tokoh utama pendukung aliran ini ialah Immanuel Kant.
Aliran kedua ialah subyektifisme, berpandangan bahwa suatu tindakan disebut baik manakala sejalan dengan kehendak atau pertimbangan subyek tertentu. Subyek disini bisa saja berupa subyektifisme kolektif, yaitu masyarakat, atau bisa saja subyek Tuhan. Faham subyektifisme etika ini terbagi kedalam beberapa aliran, sejak dari etika hedonismenya Thomas Hobbes sampai ke faham tradisionalismenya . Menurut faham ini nilai kebaikan suatu tindakan bukannya terletak pada obyektivitas nilainya, melainkan pada ketaatannya pada kehendak Tuhan. Faham ini berpandangan bahwa menusia itu bagaikan ‘anak kecil’ yang harus senantiasa dibimbing oleh wahyu karena tanpa wahyu manusia tidak mampu memahami mana yang baik dan mana yang buruk.

TaTa BloG’S

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — juwitaj @ 12:27 pm

If I could have just one wish, I would wish to wake up everyday to the sound of your breath on my neck, the warmth of your lips on my cheek, the touch of your fingers on my skin, and the feel of your heart beating with mine… Knowing that I could never find that feeling with anyone other than you.

23, Oktober 2008

Hello world!

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — juwitaj @ 7:55 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Blog pada WordPress.com.